Mohon maaf sebelumnya. Bahwasanya dalam cerita ini belum tentu benar adanya. Pebulis menarangkan bahwa cerita ini adalah ceritaan rekaan. Di harapkan pembaca atau pun pengemar untuk tidak bergantung terhadap cerita ini dan tanggapilah dengan baik. dan terima kasih buat my blog yang telah memberikan beberapa pengarahan dalam memberikan beberapa informasi, sehingga penulis bisa menampilkan dialog drama ini.
Pemeran Dalam Drama
M. Farel
Gifari ............... Ir. Seokarno
MHD. Yusuf
............... Brigadir Jenderal Sabur
Brigadir Jendral M. Yusuf
M. Syahril
Rahmadani ................ Mayor Jenderal Kemal Idris
M. Rinal There. p ............... M.
I. Soebandrio
Dedi
Setiawan ............... Dr. J. Leimena
Brigadir Jenderal Amirmachmud
Akel Pendri ............... Perdana Menteri I Soebandrio
Brigadir Jenderal Basuki Rahmat
Idris Saputra ............... Perdana Menteri III Chairul Saleh
M. Latif ................
Soeharto
Penelunis Sekenario
MHD. Yusuf
Terima Kasih Kepada
MY BLOG
Presiden Soekarno secara resmi memulai pelantikan
Kabinet yang diberi nama Kabinet Dwikora. Sementara suasana di dalam ruangan
istana tidak begitu setenang di luar gedung. Brigadir Jenderal Sabur segera
datang menghampiri dan melaporkan kepada presiden Soekarno tentang keadaan
suasana sesungguhnya di luar gedung istana.
Brigjen Sabur :
“Lapor. Bahwa di luar gedung istana terdapat pasukan liar yang ingin merobos masuk kedalam gedung istana. Diduga
hal ini di senyalir oleh pihak dalam. Bakan mereka mencoba ntuk mengancam nyawa
bapak presiden. Diharapkan bapak presiden untuk segera meninggalkan gedung
istana.” (katanya dengan tegas).
Ir. Soekarno :
“Terima kasih atas pemberitahuannya. Sekarang usahakan untuk membubarkan
pasukan tersebut dan usahakan mereka tidak masuk kedalam gedung istana. Dan
ingat, cari tahu siapa dibalik kejadian ini semua.”
Brigjen Sabur : “Siap.” (jawabnya
sambil meninggalkan presiden Soekarno). “Untuk pasukan
Tjakrabirawa, segera ikuti saya!... (nada
keras). Jangan biarkan pasukan
tersebut menerobos kedalam istana, dan yang terakhir tunggu aba-aba dari
saya, ngerti !!” (perintahnya).
P.
Tjakrabirawa : “Siap!!, Komandan.” (jawab
pasukan tjakrabirawa dengan serentak).
Pelantikan Kabinet Dwikora yang sebelumnya di pimpin
langsung oleh Soekarno, kini ia terpaksa memberikan mandat kepada wakil Perdana
Menteri II Dr. J. Leimena untuk memimpin berjalannya pengangkatan kabinet
sampai selesai. Sementara Mayor Jenderal Kemal Idris mencoba untuk menahan
presiden untuk meninggalkan gedung istana.
Ir.
Soekarno : “Untuk melanjutkan sidang
ini, dengan sepenuhnya saya serahkan kepada Dr. J. Leimena (sambil menunjuk Dr. J. Leimena) untuk memimpin
sidang ini sampai selesai. Karena saya ada kepentingan lain.”
Dr.
J. Leimena : (maju selangkah dari tempat ia berdiri sambil memberikan hormat). Dengan sepenuh hati, saya terima perintah dari bapak
presiden dengan seutuhnya.”
M. J.
Kemal Idris : “Tunggu sementar bapak
presiden. ( katanya sambil mengangkat
tangan kanannya). Kemungkinan besar,
pasukan tersebut tidak akan bisa masuk ke
dalam istana. Karena pengawal kenegaraan, sebelumnya telah disiapkan
dengan seutuhnya untuk hal semacam ini. Kalau begitu bapak presiden tidak usah pergi meniggalkan istana dan tetaplah di dalam istana untuk memimpin berjalanya
sidang kabinet sampai selesai.”
Ir.
Soekarno : “Hei kau!!... (menunjuk) Tak usah kau menahan saya
seperti itu. (kabinet yang
ada dalam ruangan beserta yang lainya terdiam). Lebih baik kau diam saja. Karena
saya lebih tahu apa yang harus saya lakukan.” (jawab Soekarno dengan nada keras).
M. j. Kemal Idris : (wajahnya mulai memerah). “Terserah apa yang kau lakukan saat ini. Toh... ntar itu semua akan terbuang sia-sia juga. Dan tunggu beberapa saat lagi atas apa yang kulakukan terhadapa dirimu, Soekarno... hahahahaha” (Katanya di dalam hati).
M. j. Kemal Idris : (wajahnya mulai memerah). “Terserah apa yang kau lakukan saat ini. Toh... ntar itu semua akan terbuang sia-sia juga. Dan tunggu beberapa saat lagi atas apa yang kulakukan terhadapa dirimu, Soekarno... hahahahaha” (Katanya di dalam hati).
Presiden Soekarno berjalan meninggalkan gedung
istana itu lewat pintu belakang istana dan dikawal langsung oleh oleh dua
perdana menteri, yakini perdana Menteri I Soebandrio dan Perdana Menteri III
Chairul Saleh. Dengan menaiki helikopter kepresidenan, Soekarno berangkat ke
gedung istana Bogor.
Ir.
Soekarno : (Berjalan meninggalkan ruangan sidang. Beberapa pelayan istana mengganti jas yang di kenakan Soekarno sebelumnya dengan
yang baru.) “Apakah, helikoprternya... sudah disipkan,
Soebandrio?” (Kata
Soekarno sambil berjalan)
M. I.
Soebandrio : “Semuanya telah di persiapkan
Bapak Presiden dan aman terkendali.” (Katanya
meyakinkan Soekarno).
Ir. Soekarno : “Bagus...” (Jawab
Soekarno sambil menganggukkan kepala).
Presiden Soekarno beserta pengawalnya, menaiki
helikopter dan segera terbang ke gedung istana Bogor. Sementara Dr. J. Leimena
yang sebelumnya mendapat kepercayaan dari presiden Soekarno untuk melanjutkan
sidang kabinet tersebut. Dengan bangga ia maju ke mimbar utama untuk
melanjutkan sidang kabinet itu.
Dr.
J. Leimena : “Terimah kasih sebelumnya
buat bapak presiden Republik Indonesia, Ir Soekarno. Sebagaimana, telah
mempercayai saya untuk melanjutkan sidang
ini. Atas kepercayaan tersebut, atas nama Dr. J. Leimena, saya lanjutkan
sidang ini sesuai ketentuan sebelumnya.
Soebandrio : “Ele....
gaya kau. Seperti orang bijak saja kau ini.” (Katanya di dalam hati).
30 menit kemudian
Dr.
J. Leimena : “Telah selesainya dan
berakhirnya pelantikan Kabinet yang diberi nama kabinet
Dwikora dengan waktu sesingkat-singkatnya. Diharapkan untuk semuanya berupaya
dalam membantu presiden. Assalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh..” (ucapnya menutup sidang).
Satu jam berakhirnya pelantikan Kabinet Dwikora, Dr. J. Leimena berangkat ke Bogor untuk menyusul presiden Soekarno ke gedung Istana Bogor. Sokarno yang tidak bisa datang menghadiri sidang kabinet, beberapa kalangan kabinet menuduh Soearto telah bersinyalir dengan pasukan liar yang mencoba untuk membunuh Presiden Soekarno.
Satu jam berakhirnya pelantikan Kabinet Dwikora, Dr. J. Leimena berangkat ke Bogor untuk menyusul presiden Soekarno ke gedung Istana Bogor. Sokarno yang tidak bisa datang menghadiri sidang kabinet, beberapa kalangan kabinet menuduh Soearto telah bersinyalir dengan pasukan liar yang mencoba untuk membunuh Presiden Soekarno.
M. J. Kemal Idris : “Jangan-jangan ini semua pasti ulah
Soeharto itu. Bagaimana tidak... toh???
kan hanya dia sendiri yang tidak hadir saat ini. Dipastikan dialah skenarionya di balik ini semua. (usahanya untuk menuding balik Mayjen Soeharto).
A.
Kabinet Dwikora : “Benar juga tudingan
yang anda berikan itu. Akan tetapi kemeren saya sempat
membesuknya kerumah sakit. Tapi dia benar sakit toh....” (jawabnya dengan
bingung).
M. J. Kemal Idris : “Sesungguhnya kau tidak
tahu seperti apa karakter dia sebenarnya. Coba saja kau lihat saja nanti pada
akhirnya. Ini semua permainan dia yang sudah
diatur dan telah diberencanakan.”
A.
Kabinet Dwikora : “Mungkin benar juga
kali ya???”
M. J. Kemal Idris : “Bagus... semua orang sudah mempercai apa yang barusakan saya ucapkan. hhhh (ucapnya
dalam hati).
Soeharto yang terbaring di rumah sakit, ia mengutus
tiga orang perwira tinggi AD untuk berangkat ke istana Bogor untuk menemui
presiden Soekarno.
Soeharto : Tut........ (bunti
telepon) “Halo..”
J.
M. Yusuf : “Halo assalamualikum pak.”
Soeharto :
“Sekarang, berangkatlah ke istana Bogor untuk menemui Presiden. Dan berangkatlah
dengan Brigjen Amir Machmud beserta Brigjen Basuki Rahmad. Kendaraan sudah dalam
perjalanan kesana.”
J. M. Yusuf :
“Siap, pak.”
20.30 Wib
Siatuasi yang sudah mulai memanas dimana-mana.
Soeharto membicarakan hal ini dengan ketiga perwira tersebut dan tidak ingin mengambil
resiko terhadap apa yang terjadi.
Soeharto
: “Terima kasih terhadap ketiga
perwira yang telah bersedia hadir di istana ini.
Saya pengen, kejadian yang masih berlanjut saat ini agar segera diredamkan. Sehebungan hal itu,
dengan demikian saya tidak pengen jatuh korban,
seperti sebelumnya.”
Soeharto : “Saat ini saya butuh pendapat anda
sekalian.”
J. M. Yusuf :
“Kalu boleh usul pak. Sebetulnya Mayjend Soeharto mampu untuk mengendalikan situasi dan memulihkan keamanan saat ini.
Apa bila, itu bapak
berkenan untuk memberikan surat kuasa sebagai wewenang beliau untuk dalam
memberikan suatu tindakan di lapangan.” (sarannya).
Soeharto : “Saya setuju atas pendapat yang anda berikan. Untuk itu
dengan segera saya akan memberikan surat kuasa
untuk Mayjen Soeharto dalam menjalankan
kebijakan tindakan di lapangan pada nantinya.” (katanya dengan
bangga).
11 Maret 1966 || 10 wib
Sujipto menelepone Sudharmono. Ia meminta agar
konsep tentang pembubaran PKI harus disiapkan atas perintah Pangkopkamtib.
Mayjen Sujipto : “Apa Konsep tentang pembubaran PKI sudah siap?”
Sudharmono : “Maaf pak, pengesahan itu belum saya persiapkan.”
Mayjen Sujipto : “Untuk itu, sebaiknya anda kerjakan sekarang juga dan selesai
malam ini juga.”
Sudharmono : “Siap Pak.”
12 Maret 1966 || 01.00 wib
Surat kuasa yang di tujukan kepada
Mayjend Soeharto, tiba di jakarta yang dibawakan oleh sekretaris markas besar
AD Brigjen Budiono yang merupakan penuturan dari Sudharmono. Suarat kuasa
tersebut akhirnya dibacakan pada waktu itu juga oleh presiden Sokarno.
Ayo donload document fersi PDF donload di bawah ini
Baca juga Link dibawah ini:


0 komentar:
Posting Komentar