Home » » contoh drama singkat sejarah supersemar 1966

contoh drama singkat sejarah supersemar 1966

Written By Unknown on Kamis, 20 Agustus 2015 | 03.10





Mohon maaf sebelumnya. Bahwasanya dalam cerita ini belum tentu benar adanya. Pebulis menarangkan bahwa cerita ini adalah ceritaan rekaan. Di harapkan pembaca atau pun pengemar untuk tidak bergantung terhadap cerita ini dan tanggapilah dengan baik. dan terima kasih buat my blog yang telah memberikan beberapa pengarahan dalam memberikan beberapa informasi, sehingga penulis bisa menampilkan dialog drama ini.







Pemeran Dalam Drama
 M. Farel Gifari ............... Ir. Seokarno
    MHD. Yusuf ............... Brigadir Jenderal Sabur
                                           Brigadir Jendral M. Yusuf
 M. Syahril Rahmadani ................ Mayor Jenderal Kemal Idris
         M. Rinal There. p ............... M. I. Soebandrio
              Dedi Setiawan ............... Dr. J. Leimena
                                                       Brigadir Jenderal Amirmachmud
                  Akel Pendri ............... Perdana Menteri I Soebandrio
                                                      Brigadir Jenderal Basuki Rahmat
                 Idris Saputra ............... Perdana Menteri III Chairul Saleh
                       M. Latif ................ Soeharto

Penelunis Sekenario
MHD. Yusuf

Terima Kasih Kepada
MY BLOG


Presiden Soekarno secara resmi memulai pelantikan Kabinet yang diberi nama Kabinet Dwikora. Sementara suasana di dalam ruangan istana tidak begitu setenang di luar gedung. Brigadir Jenderal Sabur segera datang menghampiri dan melaporkan kepada presiden Soekarno tentang keadaan suasana sesungguhnya di luar gedung istana.
Brigjen Sabur  : “Lapor. Bahwa di luar gedung istana terdapat pasukan liar yang ingin    merobos masuk kedalam gedung istana. Diduga hal ini di senyalir oleh pihak dalam. Bakan mereka mencoba ntuk mengancam nyawa bapak presiden. Diharapkan bapak presiden untuk segera meninggalkan gedung istana.” (katanya dengan tegas).
Ir. Soekarno : “Terima kasih atas pemberitahuannya. Sekarang usahakan untuk membubarkan pasukan tersebut dan usahakan mereka tidak masuk kedalam gedung istana. Dan ingat, cari tahu siapa dibalik kejadian ini semua.”
Brigjen Sabur : “Siap.” (jawabnya sambil meninggalkan presiden Soekarno). “Untuk                          pasukan Tjakrabirawa, segera ikuti saya!... (nada keras). Jangan biarkan                         pasukan tersebut menerobos kedalam istana, dan yang terakhir tunggu                                           aba-aba dari saya, ngerti !!” (perintahnya).

         P. Tjakrabirawa    : “Siap!!, Komandan.” (jawab pasukan tjakrabirawa dengan serentak).

Pelantikan Kabinet Dwikora yang sebelumnya di pimpin langsung oleh Soekarno, kini ia terpaksa memberikan mandat kepada wakil Perdana Menteri II Dr. J. Leimena untuk memimpin berjalannya pengangkatan kabinet sampai selesai. Sementara Mayor Jenderal Kemal Idris mencoba untuk menahan presiden untuk meninggalkan gedung istana.
    Ir. Soekarno   : “Untuk melanjutkan sidang ini, dengan sepenuhnya saya serahkan                                       kepada Dr. J. Leimena (sambil menunjuk Dr. J. Leimena) untuk                                                         memimpin sidang ini sampai selesai. Karena saya ada kepentingan lain.”

    Dr. J. Leimena : (maju selangkah dari tempat ia berdiri sambil memberikan hormat).                        Dengan sepenuh hati, saya terima perintah dari bapak presiden dengan                                        seutuhnya.”

  M. J. Kemal Idris  : “Tunggu sementar bapak presiden. ( katanya sambil mengangkat tangan                                     kanannya). Kemungkinan besar, pasukan tersebut tidak akan bisa masuk                                          ke dalam istana. Karena pengawal kenegaraan, sebelumnya telah disiapkan  
                                    dengan seutuhnya untuk hal semacam ini. Kalau begitu bapak  presiden                                             tidak usah pergi meniggalkan istana dan tetaplah di dalam istana untuk                                                memimpin berjalanya sidang kabinet sampai selesai.”

  Ir. Soekarno    : “Hei kau!!... (menunjuk) Tak usah kau menahan saya seperti itu. (kabinet                     yang ada dalam ruangan beserta yang lainya terdiam). Lebih baik kau                       diam saja. Karena saya lebih tahu apa yang harus saya lakukan.” (jawab                                     Soekarno dengan nada keras).

M. j. Kemal Idris : (wajahnya mulai memerah). “Terserah apa yang kau lakukan saat ini.                                Toh... ntar itu semua akan terbuang sia-sia juga. Dan tunggu beberapa saat                                      lagi atas apa yang kulakukan terhadapa dirimu, Soekarno... hahahahaha”                                                (Katanya di dalam hati).

Presiden Soekarno berjalan meninggalkan gedung istana itu lewat pintu belakang istana dan dikawal langsung oleh oleh dua perdana menteri, yakini perdana Menteri I Soebandrio dan Perdana Menteri III Chairul Saleh. Dengan menaiki helikopter kepresidenan, Soekarno berangkat ke gedung istana Bogor.
     Ir. Soekarno  : (Berjalan meninggalkan ruangan sidang. Beberapa pelayan istana                            mengganti jas yang di kenakan Soekarno sebelumnya dengan yang                               baru.) “Apakah,  helikoprternya... sudah disipkan, Soebandrio?”                                                       (Kata Soekarno sambil berjalan)

    M. I. Soebandrio    : “Semuanya telah di persiapkan Bapak Presiden dan aman terkendali.”                                                (Katanya meyakinkan Soekarno).

 Ir. Soekarno    : “Bagus...” (Jawab Soekarno sambil menganggukkan kepala).

Presiden Soekarno beserta pengawalnya, menaiki helikopter dan segera terbang ke gedung istana Bogor. Sementara Dr. J. Leimena yang sebelumnya mendapat kepercayaan dari presiden Soekarno untuk melanjutkan sidang kabinet tersebut. Dengan bangga ia maju ke mimbar utama untuk melanjutkan sidang kabinet itu.
            Dr. J. Leimena : “Terimah kasih sebelumnya buat bapak presiden Republik Indonesia, Ir                            Soekarno. Sebagaimana, telah mempercayai saya untuk melanjutkan                                    sidang ini. Atas kepercayaan tersebut, atas nama Dr. J. Leimena, saya                                                 lanjutkan sidang ini sesuai ketentuan sebelumnya.
            Soebandrio    : “Ele.... gaya kau. Seperti orang bijak saja kau ini.” (Katanya di dalam                                          hati).

     30 menit kemudian
           
           Dr. J. Leimena   : “Telah selesainya dan berakhirnya pelantikan Kabinet yang diberi nama                                  kabinet Dwikora dengan waktu sesingkat-singkatnya. Diharapkan untuk                             semuanya berupaya dalam membantu presiden. Assalamualaikum                                                    warahmatullahi wabarakatuh..” (ucapnya menutup sidang).

              Satu jam berakhirnya pelantikan Kabinet Dwikora, Dr. J. Leimena berangkat ke    Bogor   untuk menyusul presiden Soekarno ke gedung Istana Bogor. Sokarno yang tidak bisa datang menghadiri sidang kabinet, beberapa kalangan kabinet menuduh Soearto telah bersinyalir dengan pasukan liar yang mencoba untuk membunuh Presiden Soekarno.
      M. J. Kemal Idris   : “Jangan-jangan ini semua pasti ulah Soeharto itu. Bagaimana tidak...                                         toh??? kan hanya dia sendiri yang tidak hadir saat ini.  Dipastikan dialah                               skenarionya di balik ini semua. (usahanya untuk menuding balik Mayjen                                          Soeharto).
  A. Kabinet Dwikora   : “Benar juga tudingan yang anda berikan itu. Akan tetapi kemeren saya                                     sempat membesuknya kerumah sakit. Tapi dia benar sakit toh....”                                                        (jawabnya dengan bingung).
     M. J. Kemal Idris   :  “Sesungguhnya kau tidak tahu seperti apa karakter dia sebenarnya. Coba                          saja kau lihat saja nanti pada akhirnya. Ini semua permainan dia yang                                           sudah diatur dan telah diberencanakan.”
    A. Kabinet Dwikora   : “Mungkin benar juga kali ya???”
     M. J. Kemal Idris  : “Bagus... semua orang sudah mempercai apa yang barusakan saya                                                     ucapkan. hhhh (ucapnya dalam hati).
Soeharto yang terbaring di rumah sakit, ia mengutus tiga orang perwira tinggi AD untuk berangkat ke istana Bogor untuk menemui presiden Soekarno.
                Soeharto      : Tut........ (bunti telepon) “Halo..”
              J. M. Yusuf     : “Halo assalamualikum pak.”
 Soeharto        : “Sekarang, berangkatlah ke istana Bogor untuk menemui Presiden. Dan                                    berangkatlah dengan Brigjen Amir Machmud beserta Brigjen Basuki                                              Rahmad. Kendaraan sudah dalam perjalanan kesana.”
J. M. Yusuf        : “Siap, pak.”

20.30 Wib
Siatuasi yang sudah mulai memanas dimana-mana. Soeharto membicarakan hal ini dengan ketiga perwira tersebut dan tidak ingin mengambil resiko terhadap apa yang terjadi.
Soeharto          : “Terima kasih terhadap ketiga perwira yang telah bersedia hadir di istana                               ini. Saya pengen, kejadian yang masih berlanjut saat ini agar segera                                    diredamkan. Sehebungan hal itu, dengan demikian saya tidak pengen jatuh                             korban, seperti sebelumnya.”
     Soeharto          : “Saat ini saya butuh pendapat anda sekalian.”
 J. M. Yusuf     : “Kalu boleh usul pak. Sebetulnya Mayjend Soeharto mampu untuk                                  mengendalikan situasi dan memulihkan keamanan saat ini. Apa bila, itu                                bapak berkenan untuk memberikan surat kuasa sebagai wewenang beliau                                        untuk dalam memberikan suatu tindakan di lapangan.” (sarannya).
            Soeharto          : “Saya setuju atas pendapat yang anda berikan. Untuk itu dengan segera                                            saya akan memberikan surat kuasa untuk Mayjen Soeharto dalam                                                         menjalankan kebijakan tindakan di lapangan pada nantinya.” (katanya                                             dengan bangga).
11 Maret 1966 || 10 wib
Sujipto menelepone Sudharmono. Ia meminta agar konsep tentang pembubaran PKI harus disiapkan atas perintah Pangkopkamtib.
         Mayjen Sujipto   : “Apa Konsep tentang pembubaran PKI sudah siap?”
            Sudharmono    : “Maaf pak, pengesahan itu belum saya persiapkan.”
        Mayjen Sujipto    : “Untuk itu, sebaiknya anda kerjakan sekarang juga dan selesai malam ini                          juga.”
            Sudharmono    : “Siap Pak.”
12 Maret 1966 || 01.00 wib
            Surat kuasa yang di tujukan kepada Mayjend Soeharto, tiba di jakarta yang dibawakan oleh sekretaris markas besar AD Brigjen Budiono yang merupakan penuturan dari Sudharmono. Suarat kuasa tersebut akhirnya dibacakan pada waktu itu juga oleh presiden Sokarno.


Ayo donload document fersi PDF donload di bawah ini
https://plus.google.com/111135949379789195674/posts/KfbwsT9hnqm



Baca juga Link dibawah ini:



Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. YSF_SMANSAKA.NET - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger